
Ada banyak cara untuk melakukan pengukuran flow pada fluida. Secara garis besar dapat di bagi menjadi 2 jenis pengukuran, yaitu pengukuran langsung/contact dan pengukuran tidak langsung/non–contact. Tentunya masing-masing mempunyai keunggulan maupun kekurangan.
Methode non-contact disini diartikan sebagai cara ukur yang tidak menyentuh fluida secara langsung. Biasanya cukup meletakkan sensor pada bagian luar dari pipa. Ada banyak jenis pengukuran flow meter dengan cara non-contact, diantaranya adalah ultrasonic flowmetar. Karena sifatnya yang non-contact, ultrasonic flowmeter tentunya memiliki beberapa keunggulan bila di bandingkan dengan contact/direct flowmeter, yaitu :
- Praktis karena tidak harus mengganggu aliran/instalasi fluida dan tidak perlu memotong atau melubangi pipa.
- Aman, karena tidak secara langsung kontak dengan fluida, yang mungkin mengandung zat kimia berbahaya.
- Sensor lebih awet karena tidak bersentuhan langsung dengan fluida.
- Range pemakaian luas, hampir semua fluida dan semua jenis pipa bisa diukur hanya dengan 1 alat saja.
Mengingat begitu banyaknya keunggulan yang ditawarkan oleh ultrasonic flowmeter, maka tidak heran kalau sekarang sedang marak-maraknya penggunaan flowmeter jenis ini.
Sebagai engineer kita akan ketagihan untuk mengukur flow dengan menggunakan alat berbasis ultrasonic ini.
(red)
One Comment